Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

WotWentWrong - Dating Site yang Bantu Usernya untuk Belajar dari Masa Lalu

Seperti halnya bunyi pepatah kuno, "mereka yang tidak pernah belajar dari masa lalu akan mengalami kegagalan yang sama". Well, mungkin pepetah tadilah yang menginspirasi lahirnya WotWentWrong.

WotWentWrong sendiri adalah semacam dating site atau website kencan buta yang memungkinkan para usernya untuk belajar dari pola-pola yang telah mereka temui dari mantan-mantannya terdahulu. Keren juga sih! hahahaha.. apalagi buat mereka yang selalu gagal dalam bercinta.

WotWentWrong sendiri lahir berkat tangan dingin sebuah firma consulting di Melbourne bernama Fruition Consulting Group. Untung lebih jelasnya tentang WotWentWrong, bisa cek video di bawah ini :




Gimana guys? Coba aja! Siapa tahu bisa bantu kalian yang jomblo" ini buat nemuin pasangan hidup :)

Rabu, 09 Mei 2012

Didedikasikan untuk Reza Hutama dkk : Referensi buat Tim Branding!

Poster di bawah ini dibikin pada tahun 1997 dengan judul "Think Different". Penggunaan judul "Think Different" dipakai untuk menandai kembalinya Steve Jobs sebagai pemimpin Apple dan mengawali Generasi Apple yang baru setelah sebelumnya terancam kebangkrutan ketika dinahkodai Gil Amelio.

Konseptornya adalah Lee Clow direktur eksekutif Chiat/Day. Dia yang juga konseptor iklan Apple terdahulu yang berjudul "1984". Kalian pasti wes pernah baca text dibawah ini :

Here’s to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They’re not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can’t do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. And while some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do.

Nah, text tadi itu yang dipake untuk ngisi iklan dibawah ini yang akhirnya jadi iklan fenomenal yang menandai kembalinya Apple "ke jalur yang benar"



Selain iklan video tadi, ada juga iklan media cetak yang akhirnya dikenang sebagai iklan paling mengena sepanjang sejarah (versi Biography Steve Jobs, halaman 410).

Poster 1

Poster 2
Poster 3
Yang ini sebenernya bukan bagian dari posternya. Tapi lumayan buat referensi!
Poster tunggal
Poster tunggal 2
Coba liat poster2 di atas, masing-masing poster menampilkan postret hitam-putih tokoh sejarah legendaris Apple dan kata-kata "Think Different" di pojok. Nah, mungkin kemarin yang ikutan presentasi hari rabu sempat dengar kemal ngomong kalo tema TEDx kita kali ini adalah "We Believe". Itu sebenernya sih pemikiran sepintas yang muncul ketika ingat konsep iklan ini di warung danau bareng Kemal. Tapi kalo menurutmu "Think Different"nya diganti kata "We Believe" gimana? ada korelasinya?

Yang paling keren menurutku rek, wajah-wajah di poster itu ngga dikasih keterangan. Mungkin sebagian diantaranya kalian sudah kenal seperti Gandhi atau Einstein. Tapi yang lain? Hal ini memungkinkan mereka yang liat untuk menerka-nerka. Sense of penasarannya timbul.

Kita bisa adopsi ini untuk desain poster yang nampilkan para pembicara kita, gimana? mungkin bisa ditambahi sedikit modifikasi? Gimana mas ambon?

Jumat, 20 April 2012

Fenomena iklan Apple di Tahun 1984

Pernah mendengar fenomena iklan Apple computer yang diluncurkan saat Super Bowl 1984? Iklan yang dalam sehari saja bisa menarik 94 juta pasang mata untuk menyaksikannya itu pada awalnya ditentang keras penayangannya oleh dewan direksi Apple. Lalu bagaimana akhirnya iklan itu bisa tampil? Sebelum berpikir bagaimana iklan ini bisa diluncurkan, alangkah baiknya kalo kita berpikir bagaimana latar belakang dibuatnya konsep iklan ini.

Adalah Steve Jobs dalang dari semua ini. Pada musim semi 1983 di saat peluncuran Machintosh nanti, ia ingin membuat sesuatu yang bisa membuat orang menghentikan aktivitasnya. Lalu ia pun meminta kantor periklanan Chit/Day untuk mengkonsep iklan yang diinginkan Steve Jobs itu.

Karena Machintos akan diluncurkan tahun depan tepatnya 1984, maka Chit/Day pun memikirkan bagaimana konsep iklan ini seharusnya digarap. Lalu mereka pun teringat akan Novel 1984 karya George Orwell. Dalam iklan itu, terdapat slogan yang berbunyi "mengapa 1984 tidak akan seperti 1984".

Mendengar slogan itu, Jobs pun sangat senang, mengingat Machintosh adalah produk yang revolusioner.

Perlu dikietahui, Novel 1984 bercerita tentang negara fiktif Oceania yang dipimpin oleh Big Brother yang selalu berusaha mengontrol pikiran rakyatnya. Nah, dalam iklannya nanti, Jobs ingin ditampilkan sosok pemberontak yang mampu mengalahkan keadaan totaliter yang ada dan menciptakan sesuatu yang revolusioner.

Namun saat Steve Jobs menunjukkannya pada saat rapat dewan direksi Desember 1983, mereka menganggap iklan ini adalah iklan paling buruk yang pernah mereka lihat. Dan iklan ini pun terancam tidak akan ditayangkan.

Namun pria yang ditugaskan untuk menayangkan iklan ini - Bill Chambel, bekas pelatih football - memutuskan untuk menayangkannya di awal perempat ketiga pertandingan Super Bowl XVIII. Apa yang terjadi berikutnya? gambar dibawah inilah yang tayang di seluruh negara bagian Amerika Serikat ketika itu.



Iklan inilah yang selanjutnya menjadi fenomena di tahun itu. Malam itu juga, tiga jaringan TV dan lima puluh stasiun televisi lokal menayangkan berita tentangnya dan menjadikannya iklan elektronik yang belum pernah ada pada jaman itu. Iklan ini akhirnya dipilih oleh TV Guide dan Advertising Age sebagai iklan terbaik sepanjang masa.

Minggu, 15 April 2012

KFC Telah Menyelamatkan Musik Indonesia

Seiring dengan kemajuan teknologi internet, banyak kalangan yang mengira bahwa industri kreatif seperti rekaman musik akan perlahan-lahan mati, seiring dengan makin ramainya pembajakan. Saat itu saya setuju sih, karena pada awal tahun 2006 saja saya sudah merasa lebih sreg untuk download lagu daripada beli CD. Selain lebih murah, toh yang ingin saya nikmatkan musiknya, ngapain juga beli covernya. Ha Ha Ha..

Tapi seiring berjalannya waktu, apalagi ketika saya belajar di sekolah bisnis, saya mendapatkan banyak pelajaran mengenai pentingnya menghargai hak cipta seseorang. Sayapun akhirnya sadar betapa pentingnya hal ini dilakukan, namun masalahnya gimana caranya kita mengkomunikasikan hal ini kepada orang banyak? sedangkan mereka udah terlanjur jatuh cinta dengan dunia download gratisan?

Hari minggu lalu saya baca koran jawapos edisi 15 April 2012. Pada rubrik Show & Celebrity dibahaslah topik "Tren Penjualan CD dengan Sistem Bundling". Ada yang belom tahu tentang sistem bundling? sekedar info, sistem bundling adalah menggabungkan dua item dalam satu misi penjualan. Sebagai contoh, bagi kalian yang sering nongkrong di KFC, pasti udah sering dong ditawari ama mbak-mbaknya untuk sekalian beli CD. Well, saya pribadi ngga ada masalah sih dengan hal ini. Malah merasa teknik pemasaran ini cukup pintar juga. Apalagi CD musik yang dijualpun positioningnya related banget sama anak muda yang sering nongkrong di KFC. 

Usut punya usut, ternyata KFC memulai melakukan teknik pemasaran ini sejak tahun 2006, yang mana manajemen KFC berkeliling untuk mencari nama-nama band indie, kemudian menjual album mereka bersamaan dengan produk tertentu yang disajikan.

Dulu waktu awal kali KFC bikin program kaya gini sempat dianggap sebelah mata. Ingat istilah band ayam? yah, itu adalah istilah yang related banget ama band-band yang diendorse sama KFC.

Well, berkat kesuksesan KFC mengendorse band-band indie tadi, beberapa label rekaman pun menawari kerjasama. Akhirnya artis-artis papan atas pun bergabung, contohnya Agnes Monica, Ahmad Dani, Rossa, Slank hingga Ello.

Beberapa artis papan ataspun memberikan komentar positif atas inovasi KFC dalam menyelamatkan musik Indonesia ini.

"yang pasti senang karena bajakan ada dimana-mana. Penjualan CD manurun karena pembajakan secara internasional bukan hanya di Indonesia. Pas dikasih tahu penjualan albumku lewat KFC mencapai lebih dari satu juta dalam waktu 3 bulan. Rasanya langsung WOW!" Ujar Agnes Monica.

Kita sendiri ngga tau apakah pembelian CD itu secara sengaja dilakukan langsung oleh konsumen atau lewat bonus paket yang ditawarkan KFC, sampai saat ini belum ada penelitian yang valid. Tapi yang pasti sistem ini mendapat pujian dari banyak pihak, salah satunya Ahmad Dani.

"Saya melihat ini sebagai lapangan hijau yang baru. Masih sangat asyik. Mudah-mudahan bisa jadi tempat yang bagus meski terbatas. Jadi stop menjelek-jelekan KFC jualan CD. Kalau ada yang mencibir pasti saya akan bela. Asal kedepannya harus dikelola dengan baik. Karena tempatnya terbatas, ada baiknya kalo artisnya diseleksi dulu." Ujar Dani di sela-sela peluncuran program KFC 100% Original Music.

Thank you KFC! Kalian telah menyelamatkan eksistensi musik Indonesia!

Jumat, 13 April 2012

Konsep Iklan yang Keren dari TNT TV Belgia!

Based of many advertising concept that i ever seen, mulai dari iklan konvensional di TV, flash mob, sampai model-model kampanye yang mengangkat isu-isu sosial, sepertinya saya menemukan konsep iklan baru yang sangat-sangat mengena di hati target marketnya. Kenapa bisa dibilang mengena? karena target marketnya akan merasakan sensasi terlibat langsung dalam drama iklan itu. Hal inilah yang membuat target market memiliki pengalaman pribadi yang mengena dengan brand perusahaan tersebut. Pengen tahu konsep iklannya kaya gimana? click video di bawah ini :



Well, iklan di atas sebenarnya adalah iklan dari peluncuran stasiun TV baru di Belgia yang namanya TNT TV. Saya baru tahu tentang iklan ini setelah teman saya bbm suruh search di youtube "A Dramatic Surprise on A Quiet Square". Dan begitu saya search, ini iklan menurut saya bener-bener keren. Sangat inspiratif juga untuk diterapkan sebagai kampanye perusahaan. Kalo menurut kalian sendiri gimana guys? is it cool enough ?

Jumat, 20 Januari 2012

Bazar Imlek sampai Nongkrong Semalam Suntuk di Mc Donald's Mayjen

Directly, tonight Tiffany invite me to his stand at Bazar Imlek Universitas Ciputra in Golden City Mall. It's not mall actually. I prefer to call it as Pasar with modern design. Why, karena tatanannya menurut saya lebih mirip kaya pasar sih. You should guys, definisi mall menurut saya adalah tempat yang tidak hanya dipenuhi penjual dan pembeli aja, tapi juga nyaman buat hang out.

Yus, Adhika and Tiffany


Malam ini Goci (Golden City Mall) cukup rame juga pengunjungnya. Namun sayangnya tidak demikian dengan bazar imlek angkatan si Tiffany. Stand Tiffany yang jualan susu kedelai itu sepi. Cuma ada saya, Yus, Adhika sama Tiffany sendiri. Saking sepinya, Tiffany sampai coba jual susu kedelainya ke saya. Ha Ha Ha... *but saya tetep ga beli :p*

Selesai dari Goci, saya, Yus ama Adhika langsung cabut ke Mc D Mayjen Sungkono.

Rabu, 18 Januari 2012

Pengaruh Penggunaan Bahasa Terhadap Branding Produk di Indonesia

Saya yakin, hal pertama yang bakal terlintas di kepala kalian ketika baca judul di atas pastilah "Ni orang lagi nulis skripsi kali yak?" walaupun ada dua variabel yang saling berkaitan dari judul di atas, tapi sebenernya saya ngga mau nulis skripsi di sini.. masa nulis skripsi di blog coba? *aneh-aneh ae kon iki*

Ok guys, sebenarnya latar belakang saya nulis artikel ini di dasari oleh pengalaman saya pagi ini. Iyah, barusan pagi ini tanggal 19 Januari 2012. Singkat cerita, pagi ini saya bersepeda keliling komplek di daerah Surabaya Barat. Habis bersepeda, as usual, saya haus. Akhirnya saya mampir ke Circle K G Walk dan mulai membeli sebotol Pocari Sweat dingin. bbrrr...

Saya minum sambil nyantai di depan teras Circle K tadi. Dalam keadaan kelelahan, saya baca tulisan yang ada di botol minuman tadi "POCARI SWEAT" Nama yang cukup bagus. Namun seketika itu juga saya kepikiran untuk menerjemahkan nama "POCARI SWEAT" and then... seketika itu juga saya pengen ketawa. Pernah ngga kalian mikir kalo "POCARI SWEAT" itu jika diterjemahkan jadi "KERINGAT POCARI"? Dan coba bayangkan, apakah kalian mau minum air keringetnya orang yang bernama pocari tadi? Mending kalo pocari, kalo ponari? masih inget sama dukun cilik dengan batu betuahnya itu? mau kalian menum keringetnya? hahahaha..



Yang ini minumnya Pocari Sweat
Kalo yang ini Minumnya Ponari Sweat

















Saya baru sadar, ternyata penggunaan bahasa juga berpengaruh terhadap branding suatu produk. Dari asalnya yang terdengar jijay, akhirnya bisa terdengar cool kalo kita menggunakan bahasa lain padahal artinya sama.

Well guys, cukup itu saja untuk hari ini. Next time kita ngomong lagi soal entrepreneurship. Perut saya lapar habis bersepeda tadi. Yuk, makan dulu :)

Minggu, 03 Juli 2011

Akankah Google+ mengalahkan Facebook?





Sabtu malam kemarin (02/07/11) saya penasaran dengan status facebook salah seorang rekan saya yang isinya “is joining Google+”. Sebelumnya saya telah tahu bahwa Google akan meluncurkan sebuah jejaring sosial baru yang beda dari pendahulunya yakni Google Buzz dari portal majalah Fortune, yang bikin saya penasaran kali ini adalah bagaimana sih Google+ ini? apa saja fasilitas yang kira-kira akan Google+ tampilkan? Dan akankah Google+ mampu mengalahkan pemain lama di industry jejaring sosial yakni Facebook?

Senin, 07 Maret 2011

NIKE : Branding is everything


Saya yakin sebagian besar dari kita yang cukup lama berkutat di dunia marketing paham bahwa salah satu cara terampuh untuk meningkatkan citra produk atau jasa kita adalah dengan cara mendapatkan dukungan dari para pesohor atau yang biasa di sebut sebagai brand ambassador. Tahukah anda siapakah perusahaan yang paling pandai dalam mendompleng image pesohor demi meningkatkan citra produknya? Jawabanya sudah pasti pemilik tagline “just do it” Nike.


Pada tahun 1962, Phil Knight, bergelar kesarjanaan di bidang akuntansi dan pelari jarak menengah dari Universitas Oregon, bepergian ke Jepang. Di sana,

Jumat, 18 Februari 2011

Curhatan Alanda Kariza, Buzz Marketing Luar Biasa


Alanda Kariza

Saya masih ingat betapa banyaknya hastag #HelpAlanda membanjiri timeline akun twitter saya pada malam hari sekitar tanggal 9 Februari kemarin. Tidak hanya itu saja, beberapa broadcast massage yang berisi dukungan untuk Alanda beserta URL link menuju laman curhatan Alanda soal kasus perkara yang menimpa ibundanya pun berkali-kali membuat BB saya tak absen berbunyi PING PING. Well, saya jadi penasaran siapa gerangan Alanda Kariza ini? tak lama setelah itu saya pun meng-click URL yang telah di BM oleh salah seorang teman.
 
Sebelumnya, dalam tulisan saya kali ini

Minggu, 30 Januari 2011

Menjual Barang dalam Waktu 3 Detik atau Kurang? PASTI BISA !!!



Follow Domino's Pizza Way, then you can start to sell your product/service below 3 seconds


Dari sekian banyak orang yang telah membaca blog saya, pasti sebagian besar dari anda pernah berjualan suatu produk atau jasa tertentu. Kalau boleh saya bertanya, seperti apakah metode atau cara berjualan yang anda gunakan? Direct selling? Presentasi? Atau online marketing? Ada banyak cara memang untuk berjualan di dunia ini, namun yang menjadi pertanyaan penting adalah seberapa ampuh cara yang kita gunakan untuk menjual produk atau jasa kita itu?

Senin, 20 Desember 2010

Perlukah Sebuah Perencanaan dalam Memulai Bisnis?

~if you fail to plan, you plan to fail~



“Pentingkah merumuskan business plan sebelum memulai usaha?”
Apabila keseluruhan entrepreneur di Indonesia – utamanya yang pemula – dihadapkan dengan pertanyaan seperti itu, saya  yakin, hanya sebagian kecil diantara ratusan ribu entrepreneur di Indonesia ini yang meluangkan sedikit waktunya untuk membuat business plan sebelum mengeksekusi usahanya. Sebagian besar lain berpendapat bahwa bisnis